News Update :
OLeh: ANR-CHan. Powered by Blogger.

Lihat NishfUL QoLby di peta yang lebih besar

perjalanan cinta ku

Wednesday, July 27, 2016



PERJALANAN CINTA KU
          Saat semua merasa bahagia dengan cinta dan pasangan mereka,aku berjuang bersamanya untuk meraih sebuah restu keindahan cinta dari keluarga kami.kehidupan cinta kami penuh dengan air mata dan perjuangan, cinta kami selalu di uji, kesabaran yang selalu kami jadikan tiang penyangka kekuatan cinta kami,kami yakin bahwa tuhan telah merencanakan yang terbaik untuk kehidupan cinta kami, semua akan indah pada waktunya itu lah yang selalu kami katakan ketika badai cinta menerpa kami.
          Perjuangan cinta kami selama bertahun-tahun tidak sia-sia,kepahitan cinta yang selama ini kami rasakan terbalas dengan kemanisan kata “setuju” dari keluarga kami,bahagia rasanya ketika kata itu keluar dari lisan orang-orang yang kami sayangi.namun meski hati bahagia,raga tak mampu merasakannya ketika sebuah syarat terucap indah dari lisan kedua orang tua kami,hubungan kami direstui tapi dengan beberapa syarat, pertama : kami dituntut menyelesaikan kuliah kami,syarat yang sangat mudah bagi kami lakukan, kedua : kami tidak boleh bertemu walau hanya berpapasan,syarat yang lumayan sulit bagi kami tapi kami menyanggupinya, ketiga : tidak boleh berkomunikasi baik lewat via sms,telpon ataupun facebook dan semacamnya, syarat yang ketiga cukup berat bagi kami tapi kami tetap menyanggupinya.Terbesit dalam hati kami “apakah mereka menyetujui kami atau kah mau memisahkan kami dengan semua ini?”.tapi fikiran itu cepat-cepat kami hilangkan. 3 bulan sudah kami lalui hari-hari kami seperti itu,mungkin karena kekuatan doa dan cinta kami syarat yang ketiga digugurkan oleh orangtua kami,bagai disirami air hujan dipandang tandus kami mendengar berita pengguguran syarat ke ketiga itu,kami bersyukur walau pun kami tidak bisa bertemu tapi komunikasi tetap bisa kami jalani, Allah maha pengetahui keinginan hamba-hambaNYA dan Allah akan memberikan sesuatu yang tidak terduga dari yang diminta bagi hamba yang mampu bersabar,mungkin ini adalah buah dari kesabaran cinta kami yang diuji. Waallahu ‘alam  hanya Allah yang tahu apakah kami sabar dalam hal ini.
          Tanggal 23 oktober 2014 tepat pada hari kamis,lagi-lagi berita bahagia terdengar indah dihati ini,aku mendengar dari dirinya bahwa dia akan mengkhitbahku menjadi pendampingnya dan permintaan itu adalah dari orang tuanya, “Allah aku bersyukur atas segala nikmat yang Engkau beri hari ini”gumamku dalam hati. Arul nama laki-laki yang aku cinta dan sayangi hari ini akan pergi kerumahku meresmikan mahligai cinta suci yang penuh perjuangan, dia berangkat dari kota surabaya menuju probolinggo tercinta ba’dah sholat subbuh bersama sang ayahanda tercinta. Mereka berangkat dengan menggunakan motor kesayangan Arul. Kawasaki ninja warna merah dengan plat nomor  N  412  UL.Motor itu dibeli dikota probolinggo pada saat hari ulang tahunku tanggal 4 bulan 12.Saat itu dia bilang maaf karena dihari ulang tahun ku itu,dia tidak membelikan kado yang biasa dia lakukan saat ulang tahunku tiba,sisa uang yang dia punya tidak cukup untuk membelikanku kado,saat ia berkata seperti itu aku hanya tersenyum,ku katakan padanya bahwa aku tak butuh hadiahnya yang aku butuh kan hanya kasih sayang dan cinta yang tulus darinya,terkesan alay  memang tapi itu lah kenyataannya.Sayang seribu sayang,mungkin karena dia dan ayahnya terburu-buru ingin cepat sampai dirumahku,dia mengendarai motornya dengan kecepatan tinggi.Takdir Allah berkata lain,Allah tak menakdirkannya hidup bersama denganku.Dia kehilangan kendali motornya dan menabrak pohon besar yang berada dipinggir jalan,nyawanya tak terselamatkan dia meninggal di TKP. Bagai disambar petir hati ini mendengar berita kecelakaannya,ingin aku marah rasanya,menangis sejadi-jadinya tapi aku tak bisa,mulutku terbungkam seribu bahasa,mata ku tak dapat mengeluarkan air mata,tubuhku lemah bagaikan seorang musyafir yang berjalan jauh tanpa makan dan minum, “ya allah,,kini KAU uji kembali kesabaranku,,mampu kah aku bersabar ya allah?”batinku.Kebahagiaan yang selama ini aku inginkan kini gugur,bagai daun yang berjatuhan ketika musim gugur melanda kota sakura.
          Ikhlas , itu lah yang bisa aku lakukan,namun terkadang aku merasa ini tidak adil untukku yang lain bahagia dengan cintanya dalam sebuah mahligai cinta yang suci tapi aku  tidak bisa,dia pergi meninggalkanku untuk selamanya.hanya kata ikhlas yang selalu menemaniku ketika rasa tak adil itu datang meghampiriku.
          Lambat laun akhirnya aku bisa untuk tidak mengenangnya lagi,ku coba membuka lembaran baru kehidupanku tanpa ada kehadiran cinta,rasanya masih sulit aku untuk jatuh cinta lagi.aku tak pernah merespon laki-laki yang mendekatiku,meski laki-laki itu merupakan idola para cewek dikampusku,hari ini aku hanya ingin terfokus pada kuliahku. Hingga suatu hari teman akrab ku  diaz menginformasikan pada ku bahwa aku disangka lesbi oleh – oleh teman-teman kampusku karena mereka tak pernah melihatku dekat  dengan seorang cowok,ku tanggapi gosip itu hanya dengan senyuman seraya berkata “ diaz sahabatku apakah kamu merasa aku orang yang seperti itu?apakah seseorang yang tidak dekat dengan seorang laki-laki itu bisa dikatakan lesbi?tidakkan,biar lah orang berkata apa tentangku yang penting kamu tahu aku kan bahwa aku bukanlah seorang yang lesbian dan semoga aku dijauhkan dari hal itu,amin”
“tapi sya,gosib itu udah tersebar kemana-mana,sampek-sampek fakultas ekonomi aja tahu,aku tuh gak mau shobatku digosipin kayak gitu,,mending kamu coba aja buka hati kamu buat siapa gitu,yang penting gosip itu ilang”sergahnya
“oke,satu-satunya solusi bukan hanya itu kan diaz,masih banyak solusi yang lainkan,”akhirnya aku memutuskan,males rasanya aku ngeladani diaz bahas masalah ini
“iya si sya,tapi apa yang akan kamu lakukan?”bukan diaz namanya kalau dia tidak bertanya banyak masalah seperti ini
“apa kata nanti sudah”jawabku lalu meninggalkan diaz.
          Risih juga rasanya hati ini digosipkan lesbi,rasanya ingin aku marah sama biangkerok yang bikin gosip itu namun aku tak tau siapa biangkeroknya, untunglah dikota tempatku kuliah orang-orangnya individualisme,masalahku ya masalahku dan masalahnya ya masalahnya dikosanku pun hidupnya seperti itu,beda dengan didesa asalku. Hari-hariku lalui tidak seperti biasanya setelah ada gosip itu,teman-teman cewek ku mulai agak risih ketika aku memasuki kelas,ada yang bisik sana bisik situ ada yang terang-terangan menjauh dariku bahkan teman kelasku yang laki-laki terlihat meras jijik ketika melihatku
“berkerudung,elok rupanya,manis perisainya sayang sukanya sama cewek iiihh amit-amit punya cewek kayak dia”celotehan itu lah yang setiap hari aku dengar,panas juga telingaku mendengarnya,kuhampiri meja anton yang tadi nyeloteh itu,
 Bruk,bunyi meja yang ku pukul,”jaga ucapanmu,memangnya kamu punya bukti kalau aku lesbi?kalau kamu punya bukti tunjukkan bukti itu sekarang,tapi kalau kamu gak ada bukti aku bisa tuntut kamu atas  pencemaran nama baik,”kata ku,kemudian meninggalkan meja anton,semua teman kelasku hanya diam tak menanggapi,mungkin mereka merasa aneh seoarang syafa yang terkenal lembut dan tidak suka marah tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi pemarah. Ku ambil tasku kemudian ku keluar dari kelas menuju danau yang tak jauh dari kampusku berada,ketika hatiku sedih aku selalu menghabiskan waktuku di pinggir danau itu,angin sepoy-sepoy menemani senjaku hari ini,hari semakin larut tapi aku enggan untuk pergi dari tempat ini,bayangku jauh menerawang saat arul masih berada didunia ini,ketika semua orang menentang hubungan kami,arul selalu menguatkan hati ini untuk terus selalu berusaha bersabar dan bersabar,di saat-saat yang seperti ini lah aku merindukan arul, AMRULLAH NURUL QOLBI ku tulis namanya dengan huruf capital di buku harian warna biruku,,kebiasaan yang selalu aku lakukan saat aku merindukan kehadirannya,tanpa terasa air mata ku mengalir,sesegara mungkin ku hapus air mataku dan beranjak pergi meninggalkan danau,aku tak mau terlarut dalam kesedihan yang menimpaku.
          Tak perlu waktu lama untuk aku sampai dikosan,sebentar dikosan waktu adzan maghrib berkumandang,sesegara mungkinku membersihkan diri dan berwudlu kemudian menuju musolla depan kosanku,sudah menjadi tradisi dikosanku sholat maghrib berjamaah disambung dengan sholat isyak,mungkin karna pemilik kosan terkenal seorang yang alim sehingga kebiasaan sholat berjamaahpun selalu istiqomah dilakukan dan ini adalah salah satu alasan kenapa aku memilih kos ditempat ini meski terbilang harganya lumayan mahal. Usai sholat isyak berjamaah aku mutuskan untuk dikamar tidak ada acara keluar kemana-mana seperti teman-teman kosan yang lain yang katanya ada pengajian tentang kajian hati dan yang membuat teman-teman kosanku tergiur ikut itu bukan karena pengajiannya tapi karena ustadz yang mengisi acara nya masih mudah ditambah lagi cakep katanya.
          Dikamar kosan ku buka social facebook ku,kulihat dipesan masuk ada pesan masuk dari adekku diprobolinggo
Chayficinghu@: woii kak gak mau pulang???
Singkat tapi jelas isi pesannya,kubalas pesannya
                             Kasyafa@: woii dek kalau uda libur kakak pulng
Tak ada balasan dari adekku karna saat itu dia off,ku perhatikan branda facebookku hanya ada sederetan update status temen-temen yang kebanyakkan tentang isi hati mereka yang galau ataupun bahagia,ku putuskan untuk menutup kembali facebookku dan larut dalam keindahan malam.
          Suara adzan subbuh memecah tidur panjangku dengan sedikit mengantuk aku pergi kekamar mandi,usai membersihkan diri aku pun melaksanakan sholat subbuh dikamar,malas menghampiriku untuk sholat berjamaah,usai sholat subbuh entah kenapa hari ini aku ingin mengaji dengan alqur’an pemberian arul,dipertengahan surat yang pernah aku baca bersama arul ketika masih duduk dibangku sma dan sama-sama mengikuti ekstra rohis,anganku terbawa pada masa itu saat aku dan arul berlomba untuk lebih cepat mengkhatamkan alqur’an dan aku yang kalah,satu persatu kenagan aku dan arul muncul. Ku tepis semua bayangan itu dengan melanjutkan membaca alqur’an aku tak mau kenangan itu mengganggu konsentrasiku dalam membaca alqur’an,selesai aku membacanya ku letakkan dengan rapi kembali alqur’an pemberian arul pada tempat yang telah aku sedia kan.kurapikan mukenah berserta sajadahku,niat untuk olahraga pagi ku urungkan saat kulihat ada sms masuk dihp ku
From : Diaz
          Syafa u KKN brengqw sma banin sng bgt qw
          Bsa kmpl brg sobat2qw
 Send : Syafa
          Hmz,bgslah lw gtu dmn?
 From : Diaz
          Singosari tp ddesanya
Send : Syafa
          Nevr mine yg pntng kbrsamaan oke J
 From : Diaz
          Siipz
Tak kubalas smsnya,hari ini adalah hari libur dikampusku ku putuskan senja nanti untuk berada didanau tempat kesukaanku,suasananya yang tenang membuatku betah berada disana,ditememani angin sejuk dan dinginnya air danau,kegiatanku ketika berada disana hanya menulis dan terkadang menggambar sesuatu yang tak jelas,aneh memang tapi itulah hal yang paling menyenangkan bagiku,banyak yang mengatakan bahwa itu hanya membuang-buang waktu tapi bagiku tidak,banyak hal yang bisa aku lakukan saat berada ditepi danau itu,aku bisa merenung tentang nikmat allah yang selalu DIA berikan pada setiap hambaNYA disetiap detik dan tentunya bisa membuat aku selalu bersyukur,terkadang muncul inspirasi yang menyenangkan untuk aku tulis dan kadang untuk aku gambar.
 Aku penyuka keindahan dan seni sayang ketika aku kuliah aku memutuskan untuk mengambil fakultas tarbiyah dengan jurusan pendidikan agama islam dan di jurusan itulah aku bertemu dengan kedua sahabatku diaz dan banin dua wanita yang memiliki kepribadian yang sangat berbeda.Diaz adalah wanita yang selalu ingin tahu dan kemauannya harus bisa tercapai,dia terlahir dari keluarga yang berada begitu juga dengan Banin sayangnya Banin lebih pendiam,tidak banyak komentar tapi terkadang tidak mau dinasehati,tapi bagiku mereka adalah sahabat terbaik untukku meski pada ujung-ujungnya Banin menyakiti hatiku.kejadian itu tepat pada saat Kuliah Kerja Nyata dilakukan,aku diaz dan banin satu kelompok dalam KKN itu,kelompok kami terdiri dari 14 orang 7 laki-laki dan 7 perempuan,dari ke 7 laki-laki itu ada 3 orang yang dari cabang kampusku,2 orang yang dari cabang itu sudah punya istri dan 2 orang yang perempuan sudah punya suami. Saat itu ketika KKN berlangsung aku sedang dekat dengan seorang anak cabang kampusku itu namanya Adi,dia tidak jauh berbeda dengan arul hingga aku menyukainya,aku menyukainya karena cara berpikirnya yang mirip dengan arul ada banyak kesamaan arul dengan adi,pada awalnya aku suka adi karna itu tapi lama kelamaan aku menyukainya dengan sendirinya tanpa ada embel-embel arul lagi,ketika aku ceritakan pada diaz,dia antusias dan mau menjodohkanku dengan adi,singkat cerita aku dan adi pacaran tanpa ada yang tahu kecuali diaz.Awalnya hubungan kami baik-baik saja tapi itulah takdir allah tak ada yang tahu,ketika hubungan kami hampir 2 bulan, adi berubah,semakin hari semakin cuek kadang acuh tak acuh,ku ceritakan pada diaz tentang sikap adi akhir-akhir ini tapi dia malah menyuruhku untuk putus dan mencari yang lain tanpa ada alasan yang jelas dia menyuruhku untuk putus.kubiarkan sikap adi yang mulai cuek dan acuh tak acuh,sampai pada akhirnya pacar banin mengirim sms padaku dia menceritakan semuanya padaku,bagai diiris pisau hati ini membaca sms dari zaid pacar banin,ku coba untuk memahaminya dan mencoba untuk tidak sakit hati pada banin tapi tak bisa,namun aku tak menunjukkannya pada banin seolah antara banin dan adi aku tidak tahu,kepada zaid ku berikan semangat untuk mempertahankan banin tapi untukku sendiri aku tak mampu sejak mengetahui kejadian itu aku pun memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini,dan ini adalah pertama kalinya aku memutuskan hubungan dengan seorang laki-laki.
Allah selalu menguji orang-orang yang DIA sayangi dan akan memberikan sesuatu yang tak terduga ketika seorang hamba itu mampu bersabar,ketika aku mulai menemukan pengganti arul malah dia pergi dengan sahabat ku sendiri kadang aku ingin marah pada banin dan adi tapi itu semua kurasa tidak ada gunanya karna semua sudah terjadi,mungkin adi bukan jalan takdir cintaku dan mungkin allah telah menciptakan yang terbaik untukku selain arul dan adi.aku yakin disetiap kejadian pasti akan ada hikmahnya begitu juga dengan mencintai seseorang yang pada akhirnya menyakitiku,saat ini yang aku tahu hanya ada dua cinta yang pertama cinta yang harus dibuang dan dihilangkan karena menimbulkan rasa bersalah dan penyesalan,yang kedua cinta yang hakiki,cinta yang suci yang mampu membuat pecintanya merasa nyaman damai dan tentram,suatu keyakinan yang masih aku pegang teguh sampai saat ini adalah apa yang terjadi saat ini dan dimasa lalu padaku baik itu benar maupun salah akan menjadikanku perempuan terhebat dimasa akan datang,dan Allah akan membalas ketulusan cintaku dengan ketulusan cinta yang telah allah ciptakan untukku sebagai kekasih halal dunia akhiratku.
Semua kehidupan telah diatur oleh Allah,begitu juga dengan kehidupan cintaku dan kehidupan cinta para makhluknya,suatu saat apa yang telah direncanakan allah yang terbaik untuk kita akan tunjukkan, tugas kita hanya meminta dan memohon kepadaNYA untuk mendapatkan yang terbaik dalam kehidupan kita.Semua akan indah pada waktunya dan ketika waktu itu telah tiba kebahagiaan yang akan kita dapatkan,tak selamanya kesedihan yang menghampiri kita pasti akan ada bahagia yang menghampiri,tak selamanya mata kita mengeluarkan air mata pasti ada saatnya kita tersenyum bahagia,bukankah dibalik awan mendung yang hitam akan ada hujan yang turun dan bukankah ketika hujan turun akan ada pelangi indah yang menghiasi langit biru kita.Begitulah kehidupan percayakanlah pada allah bahwa allah telah mrencanakan yang terbaik dalam hidup kita.
BERSAMBUNG……

THE LOVE STORY OF SANG BINTANG

Saturday, February 21, 2015


THE    LOVE   STORY
OF
SANG  BINTANG


            Awal mula aku mengenal cinta ketika aku duduk dikelas 2 smp,,,waktu itu teman2ku bilang kalau ini hanya cinta monyet yang suatu saat dapat berubah,,aku hanya tersenyum menanggapi perkataan teman2ku tentang cinta monyet,,aku suka pada alwi al maliki ,teman sekelasku dia pindahan dari surabaya,,tak pernah ada yang tahu kalau aku memiliki perasaan padanya,ku simpan rapat2 rasa ini karena salah satu teman akrabku juga menyukainya,,aku tak mau melukai perasaannya meski kadang hati ini iri mendengarkan ceritanya yang selalu berbicara dengannya,,tapi aku tahan rasa ini dengan tersenyum saat melihatnya bersama alwi. 1 tahun aku pendam perasaan ini,,,hingga akhirnya ujian akhir nasional tiba,,aku satu ruangan dengannya,dia duduk persis didepanku,setiap kali masuk keruang ujian jika dia menyapaku aku hanya tersenyum dan menganggukkan kepala dan terkadang hanya menggelengkan kepala.disetiap pagi sebelum ujian dimulai dilaci bangku tempat dudukku selalu ada secarcik sobekan kertas yang bertuliskan “sampai kapan aku harus memendam rasa ini padamu firza by : sang bintang“ aku tak pernah menanggapi sobekan kertas itu karna aku kira itu hanya pekerjaan orang iseng, 3 hari ujian nasional berlalu,,namun sobekan kertas berisikan tulisan dan puisi2 cinta sering aku terima,masih dengan nama yang sama SANG BINTANG ,,aku bingung waktu itu  dan aku tak mengenali tulisan siapakah itu???,mungkin karena melihatku yang kebingungan teman2ku memberiku saran untuk tidak memikirkan hal itu,,ku turuti saran teman2ku,namun aku kumpulkan sobekan kertas yang selalu dikirimkan sang bintang untukku dan aku mendokumentasikannya,……
            Waktu terus bergulir hingga tiba saatnya pengumuman kelulusan,saat itu lah hal yang tak pernah aku duga akan terjadi dan  menjadi kenangan dalam kehidupanku,,Sieta teman akrabnya memberikan sobekan kertas kecil berisi tulisan ini “ jika kamu ingin tahu siapa aku temui aku dibelakang sekolah usai pengambilan surat keputusan kelulusan ,jangan ajak siapa pun,,,,,,,,SANG BINTANG “..ada rasa takut di hatiku untuk menemuinya sendirian,,dengan segenap kebranian yang ku kumpulkan akhirnya aku menemuinya,,aku pun pergi kebelakang sekolah,namun tak ada siapa2  disitu hanya ada pak wajio tukang kebun sekolah,,melihatku berjalan ke arahnya pak wajio mendekatiku dan memberikan sebuah hp lengkap dengan kartu,kartu memori dan sobekan kertas yang bertuliskan “ maaf aku tak bisa menemuimu karna kamu dibuntuti dewi,,, SANG BINTANG “ saat itulah aku sadar bahwa pada saat sieta memberikan kertas itu ada dewi didekatku,,dulu sewaktu ujian dewi sempat bilang padaku bahwa sang bintang itu adalah alwi tapi aku mengelaknya karna  aku takut dewi sakit hati dan tak mau lagi berteman denganku jika itu memang benar2 alwi,saat itu juga dewi marah besar padaku karna aku berusaha untuk menutupi perasaanku padanya.masih sangat ku ingat perkataannya waktu itu “ Bukan ini yang aku mau fir,,,bukan mengalah yang aku inginkan darimu tapi usahamu untuk mendapatkannya,kalau kamu suka kita bersaing jangan mengalah kapadaku terus fir,,sudah cukup kamu mengalah padaku fir,,,” ku elak perkataannya “ siapa yang mengalah padamu aku hanya tidak ingin pertemanan kita rusak karna satu orang itu “ “fir,,mungkin alwi akan lebih memilih kamu dibanding aku karna alwi juga punya rasa yang sama ke kamu fir,,” “ sudah lah dew,,aku tak berharap untuk memilikinya,,harapan itu menyakitkan,” “tapi itu lah kenyataannya fir,alwi suka kamu tapi jika kamu tak percaya suatu saat alwi akan mengungkapkannya padamu sendiri,dan mungkin aku tak kan bisa bertemu sama kamu lagi,,aku mau ikut ayah ke malasyia,,”setelah kejadian itu aku tak pernah lagi bertemu dengan dewi,ada rasa sedih dan kecewa dihati ini namun itu lah kenyataannya bahwa dewi telah pergi dan tak akan bertemu denganku lagi.
            Semenjak aku mendapatkan hp itu ,SANG BINTANG selalu mengirimiku sms,menelponku hingga akhirnya aku dimondokkan dinurul ikomah,,komunikasi masih terus berjalan,walau hanya pada saat aku kiriman bisa menghubunginya,,aku senang bercerita dan berbagi pengalaman dengannya,,hingga waktu liburan pondok tiba,,aku berlibur kerumah saudaraku di Surabaya,aku beri  kabar sang bintang bahwa aku akan berlibur ke Surabaya dan dia juga bilang kalau dia  juga akan kesurabaya menemui neneknya karna juga sedang liburan,,tiada ku duga,tiada ku sangka ternyata rumah sang bintang dengan saudaraku sangat dekat hanya saja ada tembok pembatasnya,tapi walaupun begitu aku masih belum tahu siapa sang bintang sebenarnya,,,suatu ketika secara tak sengaja aku dan kakak sepupuku yang pinter main gitar bernyanyi diteras lantai dua kamar kakak sepupuku,dan saat itu lah aku tahu bahwa sang bintang itu adalah alwi,,” kalau kamu mau tau siapa sang bintang sebenarnya, lihat kearah kanan sekarang dan kamu akan tahu siapa aku” katanya ditelfon ku ikuti sarannya,,awalnya aku tak percaya dengan semua itu “ gak mungkin “ hanya kata2 itu yang keluar dari mulutku,,aku meresa tidak yakin akan semua itu hanya saja kakak sepupuku menyakinkanku bahwa Sang bintang adalah alwi,,dan tanpa banyak kata lagi aku berlari meninggalkan kakak sepupuku dan alwi yang mematung diruang sebelah kiri tempat aku dan kakak sepupuku berdiri....
            Seminggu sudah kejadian itu terjadi,dan selama itu pula alwi tak pernah menghubungiku lagi,akhirnya aku memutuskan untuk menghubunginya,aku menelfonnya dengan segenap tenaga dan keberanianku kupencet nomernya,dan ku tekan tombol panggil.”assalamualaikum firza,ada apa?”sapanya disebrang sana,”gak ada apa2 aku cuman mau bilang kalau besok aku akan kembali kepondok”jawabku,,”ya aku tahu,ku harap hubungan kita seperti dulu lagi walau kau tak mau denganku”.”butuh waktu untukku menerimamu,aku janji jika tiba waktunya aku akan jawab semua tapi apa yang mau aku jawab kamu tak pernah mengatakan apa2 padaku”.”baiklah aku akan menunggu jawabanmu dan aku akan terima apapun jawabanmu walaupun aku tak pernah mengatakannya padamu saat ini suatu saat nanti aku pasti katakan”..”uda dulu ya aku mau beres2 untuk balik besok assalamualaikum”.’waalaikumussalam”.tut tut tut hp itu ku matikan,”sudah terima saja fir,alwi anak yang baik dan sopan meski dia bukan anak pondok tapi sifatnya seperti anak pondok”ucapan kakak sepupuku mengagetkanku”tahu apa kakak tentang dia,”sergaku”aku memang tidak tahu apa2 tentang dia tapi selama dia berada disini tingkahnya baik pada semua orang”.”itu tidak bisa dijadikan alasan kak”sergaku lagi seraya meninggalkan kakak sepupuku sendirian.
            Esoknya aku langsung kembali kepondok,sampai dikamar temen2 ku bercerita tentang seseorang yang sangat tampan dan dermawan mereka menyebut2 nama alwi,,ku tak mengubris dialog mereka,,hanya saja mereka selalu bertanya padaku,”katanya dia kenal kamu fir,,dia uda punya cewek apa belum fir?””gag tau “jawabku.”ah boong masak gak tahu sih,,wonk dia bilang kalau dia akrab sama kamu”tanya tasya”gag tahu,,kenapa gag tanya sendiri waktu itu”balasku...”aku uda tanya fir,tapi dianya gag jawab” balas tasya,,tak ku tanggapi argument tasya,ku tinggalkan dia dengan teman2 yang lain dikamar.
            Seminggu sudah aku kembali kepondok,ibu datang mengirimku bersama radit kakak sepupuku,”ada salam dari alwi,disuruh ngubungin katanya”kak radit membuka percakapan setelah ibu pergi ke astah,kemudian dia memberikan hpnya padaku,”telfon dia”kak radit melanjutkan,aku ragu untuk menelfonnya,”dia mengharapkanmu menjawabnya sekarang,semua keputusan dari dirimu dia akan terima,”kata kak radit lagi “tapi kak aku ragu padanya,dia tak pernah mengatakan bahwa dia suka aku dan ingin menjadi pacarku”sergaku “itu lah yang ingin alwi kata kan sekarang,makanya fir kamu telfon sekarang” kak radit menanggapi sergahanku,kucoba untuk menelfonnya meski dengan sedikit terpaksa,,tak lama aku menunggu suara disana menyapaku,tapi aku tak punya keberanian untuk bersuara,ku matikan lagi telfonnya,
            Demi apa kau sayang padaku,demi apa kau cinta padaku demikian ku tanya padamu……nada dering panggilan di hp kak radit berbunyi,,ku beranikan diri mengangkatnya
“assalamualaikum,ini firza kan?”suaranya menggetarkan hatiku,aku diam seribu bahasa tak berani menjawab pertanyaannya,
“aku tahu ini kamu,walaupun kamu tak menjawabnya,,fir sampai kapan aku harus menyembunyikan ini padamu,selama 5 tahun setengah aku menyimpan perasaan ini sama kamu,aku tak berani mengucapkannya pada waktu itu karna aku tak punya keberanian untuk mengucapkannya dan aku belum siap untuk mendengar penolakkanmu,aku tersiksa tapi sekarang ketersiksaanku membuatku berani mengucapkannya padamu aku mencintaimu dan aku menyanyangimu aku ingin kamu bukan hanya menjadi pacarku tapi aku ingin kamu mendampingiku selama umur hidupku,menjadi ibu dari anak2ku menjadi nenek dari cucuku nanti,”ucapnya disebrang sana
“terlalu dini untuk membicarakan hal seperti itu untukku,perjalanan kita masih panjang al,kita masih punya satu tingkat yang belum kita lewati yaitu kuliah,disaat kita kuliah ditempat yang berbeda apakah kata2 itu masih akan lontar dari lisanmu?ada 2 kemungkinan al,kemungkinan besar tidak, kenapa karna disaat kamu kuliah kamu akan bertemu dengan banyak wanita yang lebih segalanya dariku,,dan itu yang membuatku ragu akan dirimu.”balasku
“memang aku akan bertemu dengan banyak wanita yang lebih segalanya darimu,tapi hanya kamu yang mampu merapuhkan kerasnya hatiku fir,,masih ada kemungkinan yang kedua yaitu aku akan setia pada cintaku yang pertama,namun semua keputusan ada ditanganmu,aku hanya bisa menerimanya”sergahnya  lagi
“aku juga punya rasa yang sama denganmu al,5 tahun setengah juga aku menyembunyikan ini,terlalu naif untukku menolak mu,tapi kita masih punya satu langkah lagi untuk meniti kehidupan yang harus kita lewati yaitu kuliah,dan ketika kita kuliah mampu kah kita mempertahankan perasaan kita masing2 hingga kita menjadi sarjana?itu lah yang menjadi pertanyaan ku selama ini jika suatu saat nanti kamu mengungkapkannya”ujar ku
“kita pasti mampu bertahan fir,kalau kita punya keyakinan dan kepercayaan pada diri kita masing2,percayakan hatimu padaku dan aku pun percayakan hatiku padamu,”balasnya
“baiklah,akan aku pegang janji dan ucapanmu”jawabku singkat..percakapan kami pun diakhiri dan ibu telah tiba dari astah,ku serahkan kembali hp itu pada kak radit,
“dit ayo pulang”ajak ibu,,”aih ibu,kok uda mau pulang bukannya ngobrol dulu sama firza eh malah uda mau pulang,gak kangen ya sama firza” ucapku sambil cemberut “laah kok tahu siih dukun ya”balas kak radit lalu tersenyum,”iih kak radit siapa yang tanya situ uhk”jawabku kesal,”hemz,bukannya gak kangen Ndok tapi ibu masih ada pekerjaan dirumah,apalagi kakakmu ini nanti sore mau balek kesurabaya,kasian kan kalau kecape’an”balas ibu dengan senyum manisnya,aku hanya mengangguk dan menyalaminya.”jangan nakal dipondok yang rajin and don’t forget pray your perent and me oke sister”ucap kak radit “duuh sok bule kamu kak,tahu dah kalau pinter bahasa inggris,,,”jawabku,,kemudian mereka  meninggalkan ku,,rasanya aku ingin menangis melihat kepergian mereka,namun air mata ini terkunci rapat.aku pun kembali kekamar,dikamar teman2ku sudah menunggu ku untuk makan bersama,ya itu lah kehidupan dipondok selalu dengan kebersamaan,makan bersama,antri bersama,tertawa bersama,menyelesaikan masalah bersama dan terkadang menangis bersama,itu lah yang membuatku rindu akan kehidupan dipondok..
“makasih ya fir,hari ini kirimanmu membantuku irit hehehehe”ujar gita teman yang paling lucu dikamarku,aku hanya tersenyum, “alah kalau gita mah irit melulu tapi badannya gak irit2 tetep aja kayak gentong”semua tertawa mendengar celetukkan tasya,” just kidding git”lanjut  tasya  “iya bro,tenang aja aku gak kan ambil hati kok,”balas gita,”kita sudah makan,sudah mandi,sudah sholat bagi yang sholat sekarang tinggal apanya yaa?”tanya aisyah dengan senyum manisnya,”ya tinggal bersihin sampah makannya,,ayo dibersihin jangan makannya aja yang cepet tapi ngebersihannya juga harus cepet”ujar nurul “ya bunda”jawab kami serempak,bunda adalah panggilan kesayangan kami untuk nurul karena dia adalah kepala kamar kami setelah kak nia berhenti.kegiatan demi kegiatan membuat kami penat dan bosan untuk menjalankan kehidupan dipondok,apa lagi setelah kepergian senior kami yang selalu menyemanagati kami dan memotivasi kami, ya itu lah kehidupan yang harus kami jalani sebagai santri.
            3 tahun terasa berlalu dengan cepat, dan kini tiba saatnya untuk aku melanjutkan satu langkah yang panjang menuju sebuah kehidupan yang lebih berpengalaman,aku lulus dari SMA Nurul ikomah dan itu artinya aku harus pulang kerumah,begitu juga tasya,aisyah,bunda nurul dan temanku yang paling lucu gita,selama 3 tahun aku dan mereka menjalani kehidupan bersama,suka dan duka kita lalui bersama,dan kini kita telah tiba di ujung perpisahan,betul kata pepatah yang mengatakan disetiap ada pertemuan pasti akan ada  perpisahan,namun pada awalnya  itu tidak berlaku bagiku dan alwi,kami meneruskan kekampus yang sama dengan fakultas dan jurusan yang berbeda,aku dipendindikan dia dikesehatan,walau kami beda fakultas,komunikasi dan bertemu masih sering kami lakukan namun tidak hanya berdua,tapi bertiga atau berempat tak pernah kami jalan2 hanya berdua,sampai2 temen kami mengira kalau kami hanya sebatas teman.hubungan ini terus berjalan hingga badai cinta datang,kesetiaan cinta diuji,kesabaran dan pengorbanan cinta kami pun teruji,hubungan kami ditentang kedua orang tua kami,terutama kedua orang tua dan keluarga alwi,berbagai cara dilakukan orang tua dan keluarga alwi untuk memisahkan kami,bukan hanya orang tua alwi dan keluarganya tapi juga keluargaku,dengan seribu alasan mereka menentang hubungan kami,selama bertahun – tahun hubungan kami berjalan dengan baik tanpa ada gangguan apa pun dan sekarang hubungan kami diterpa topan dan badai cinta yang begitu dahsyat, semua telah kami lakukan untuk mempertahankan hubungan ini namun hasilnya nihil dan saat itu lah kami mulai goyah,kami mulai menyerah dan  memutuskan untuk mengakhiri semua ini,,namun tiba2 kekuatan terbesar datang dari kakek nenek kami yang mendukung hubungan ini,tapi kekuatan ini tak berlaku bagi kedua orang tua dan keluarga kami,mereka tetap menentang bahkan lebih dari yang kami tahu,keputus asaan mulai menghampiri kami,kami mulai lelah,menyerah dengan semua ini,kami tak tahu apa yang harus kami lakukan,
“al aku lelah dengan semua ini”ujarku saat aku bertemu dengannya ditaman pinggir kampus, alwi hanya menetapku tanpa kata.
“semua orang menentang hubungan kita,bahkan orang yang paling berharga dalam hidup kita menentang kita,mungkin ini memang jalan takdir kita untuk tidak bersama”ujarku lagi.
“perubahan bisa kita lakukan jika ada kemauan fir,jangan menyerah,yakinlah bahwa kita bisa dan pasti bisa”balas alwi dengan penuh semangat
“tapi sampai kapan kita harus begini al” balasku
“kita hanya butuh waktu fir,untuk merubah segalanya”kata alwi
“kalau begitu untuk sementara kita jangan bertemu,jangan komunikasi”kataku
“baik lah kalau itu memang yang terbaik untuk kita”ucapnya
            Dan pertemuan itu pula menjadi pertemuan terakhir dari kami,semenjak itu kami tak pernah lagi bertemu,kami kehilangan kontak dan kabar terakhir yang aku peroleh dari yulita lewat pesan facebook  bahwa alwi meninggal akibat kecelakaan,awalnya aku tak percaya dengan apa yang dikatakan yulita lewat pesan facebooknya,aku kira dia hanya bercanda karna dari dulu dia sering membohongiku namun ketika aku sampai dirumah,ibu memberikan hpnya padaku
“fir ini telfon dari mama nya alwi”ucap ibu dengan raut wajah sedih,tanpa banyak kata aku mengambil hp ibu kemudian berjalan menuju kamarku disebrang sana ku dengar banyak suara isak tangis,bahkan suara mama alwi tak begitu jelas ku dengar.
“fir ikhlaskan alwi untuk pergi,maafkan semua kesalahannya,maafkan mama dan papa juga yang tak pernah merestui hubungan kalian mama menyesal fir ……………………………”mama tak melanjutkan ucapnya lagi hanya isak tangis yang terdengar disebrang sana.aku paham apa yang terjadi seketika itu pula badan ku terasa lemah dan remuk bagai terpa batu yang besar,air mataku mengalir tanpa terasa,aku menangis, ya aku menangis atas kepergiannya yang begitu cepat meninggalkan semua harapan yang pernah kita harapkan  bersama,semua telah berakhir,semua hanya tinggal kenangan,batin gemuruh,hatiku berteriak,lisanku terkunci hanya air mata yang mampu mengisyaratkan kesedihan yang aku alami.
            1 tahun  sudah alwi pergi meninggalkanku untuk selamanya,meski hati ini tak rela namun harus aku coba untuk merelakannya,sulit memang tapi aku terus berusaha merelakannya,berusaha untuk tidak mengingat kenangan saat bersamanya,aku bisa untuk tidak mengingat itu semua tapi untuk menghilangkan rasa yang ada dihati ini aku sulit,meski berbagai cara telah aku lakukan,aku berusaha untuk mencarinya namun tetap tak bisa,bahkan sudah 3 kali aku berusaha mencari penggantinya tapi tetap saja tidak bisa dan berakhir begitu saja,sampai saat ini ketika ku tulis cerita ini aku masih tidak bisa menghilangkan perasaan ini,aku berharap suatu saat nanti ada sesosok yang mampu menggantikan perasaanku terhadap alwi al-maliki…………..

SELESAI






Pantai Aia Manih dan Malin Kundang

Saturday, November 22, 2014





Percayakah kamu, kalau kisah Malin Kundang itu benar-benar nyata..?
Jika pertanyaan itu kamu tanyakan pada penduduk Pantai Aia Manih (Arir Manis), bisa jadi jawabannya iya. Pantai Aia Manih adalah salah satu pantai di Sumatera Barat. Lokasinya sekitar 10 kilometer di selatan kota Padang. Kisah legenda Malin Kundang yang terkenal itu terjadi di pantai ini. Tidak heran jika penduduk Aia Manih percaya pada legenda ini. Karena, di pantai ini ada ”bukti” berupa batu Malin Kundang.

Batunya itu menyerupai badan laki-laki bersorban yang lagi sujud. Seperti orang minta ampun pada ibunya. Di sekitar batu itu, berserakan juga batu-batu yang bentuknya menyerupai tong kayu, tambang, jangkar, kapal. Mungkin, itu merupakan bongkahan kapal yang terdampar #whusshh lautan karena kutukan sang Bundo #bundo. Batu-batu itu sekarang dilapisi semen. Tapi, pada mulanya batu itu asli, dan pernah hancur karena keseringan dihantam ombak pasang. Setelah dilapisi dengan semen. Sayang seribu sayang, lapisan semen itu justru membuat batu Malin Kudang terlihat seperti patung semen biasa.


 

© Copyright Nishful Qolby 2013 | Design by ANR-CHan | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.