News Update :

GAYA BELAJAR SANTRI DALAM MEMAHAMI MATERI WAWASAN KEBANGSAAN DI PONDOK PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG PROBOLINGGO

Thursday, May 30, 2013

Nishful Qolby
ABSTRAK

Hidayati, Tutik. 2011. Gaya Belajar Santri Dalam Memahami Materi Wawasan Kebangsaan Di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo. Skripsi, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, FIS. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Suparman Adi Winoto, S.H, M.Hum, (II) Nuruddin Hady, S.H, M.Hum.

Kata kunci: Gaya belajar Santri, Pondok Pesantren, Wawasan Kebangsaan.
Sebagai lembaga pendidikan, pesantren diharapkan mampu memfasilitasi komunitas belajar dalam hal ini santri dalam mengenyam atau menuntut ilmu baik ilmu yang bersifat duniawi maupun ukhrowi dalam konteks Indonesia. Semua lembaga pendidikan termasuk pesantren harus memiliki wawasan yang tidak bisa dipisahkan dengan wawasan nasional yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kinerja belajar santri seharusnya mencerminkan gaya-gaya belajar yang bisa mendukung bagi tercapainya tuntutan menuntut ilmu termasuk juga tuntutan untuk memiliki wawasan kebangsaan.  
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya belajar santri dalam memahami materi wawasan kebangsaan di pondok pesantren Zainul Hasan genggong. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Bagaimana gaya belajar santri di pondok pesantren Zainul Hasan Genggong, (2) Bagaimana gaya belajar santri dalam memahami materi wawasan kebangsaan di pondok pesantren Zainul Hasan Genggong, (3) Bagaimana pemahaman santri terhadap materi wawasan kebangsaan di pondok pesantren Zainul Hasan Genggong.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni: wawancara mendalam observasi partisipatif, dokumentasi dan kuesioner. Sedangkan analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Gaya belajar yang diterapkan di pondok pesantren Zainul Hasan Genggong termasuk dalam kegiatan sekolah formal setiap harinya menggunakan metode ceramah PAKEM dan gaya belajar auditory; (2) Gaya belajar santri dalam memahami materi wawasan kebangsaan dengan cara mengenali diri sendiri, merekam kata dengan tulisan, belajar bersama dan menghargai diri sendiri, gaya belajar santri dalam memahami materi wawasan kebangsaan termasuk gaya belajar modalitas (auditory, visual, reading,dan kinesthetic), gaya belajar santri dalam memahami materi wawasan kebangsaan jika ditinjau dari Pengaturan informasi termasuk gaya belajar spectrum (abstract random, concret sequensial dan abstract sequensial), gaya belajar santri dalam memahami materi wawasan kebangsaan jika ditinjau dari gaya terima dimana setiap akan melihat dunia dengan caranya sendiri, gaya belajar santri memiliki gaya berpikir analitik, global. Dikuatkan dengan kuesioner (85,7%) mengenali diri sendiri, (81,4%) santri menyatakan bahwa mereka selalu merekam kata dengan tulisan, (84,3%) santri setuju bahwa belajar bersama merupakan cara termudah untuk memahami materi wawasan kebangsaan, dan (97,1%) santri memilih untuk menghargai diri sendiri, (62,86%) santri memilih gaya belajar auditory, (12,86%) santri memilih gaya belajar visual, (17,14%) santri memilih gaya belajar reading, (7,14%) santri memilih gaya belajar kinesthetic, (17,14%) santri memilih abstract sequensial, (22,86%) memilih gaya belajar Concret sequensial dan (60%) santri memilih gaya belajar abstract random, (64,29%) santri memilih gaya berfikir analitik , (35,71%) memilih gaya berfikir global; (3) Pemahaman santri terhadap materi wawasan kebangsaan cukup baik. Santri mengaktualisasi wawasan kebangsaan yang diwujudkan dalam hal-hal seperti pengetahuan warga negara serta rasa cinta, rasa hormat dan rasa memiliki bangsa dan negaranya dan keikutsertaan santri untuk memajukan, ingin menjaga, dan  ingin memartabatkan bangsa dan negaranya, hasil kuesioner (62,86%) santri menjawab keseluruhan pertanyaan tentang wawasan kebangsaan dengan benar.
         Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan bahwa gaya belajar santri di pondok pesantren dalam memahami materi wawasan kebangsaan masih perlu dikembangkan, misalnya dengan mengembangkan gaya belajar seperti gaya belajar visual, serta meningkatkan gaya belajar reading dan concret sequensial. Bagi guru PKn hendaknya dapat memberikan pemahaman yang lebik baik terhadap materi wawasan kebangsaan terhadap santri. Bagi mahasiswa yang ingin mengkaji atau menindaklanjuti gagasan atau ide lain yang berkaitan dengan karya tulis ini sebaiknya menggunakan objek yang lebih luas dan materi yang lebih mendalam tentang gaya belajar dan wawasan kebangsaan.
Sumber: http://karya-ilmiah.um.ac.id/index.php/PPKN/article/view/12548
الحمد لله Terima kasih atas kunjungan Anda di BLog---> nishfulqolby.blogspot.com
0 Comments
Tweets
Komentar

0 komentar:

 

© Copyright Nishful Qolby 2013 | Design by ANR-CHan | Published by Borneo Templates | Powered by Blogger.com.